Senin, 19 Agustus 2013

Resensi Novel Moga Bunda Disayabg Allah

post by : EvieNV

hai semua.. lama saya tak hadir. kali ini saya akan post tentang Resensi Bsebuah novel Karya Tere Liyen yang menjadi best seller sampai saat ini. yap judulnya adalah MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH. maaf ya apabila masih ada kekurangan. mohon kritikannya ya.

================================================================


MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH






Judul : Moga Bunda Disayang Allah
Penulis : Tere Liye
Penerbit  : Republika
Cetakan ke: 17
Tanggal Terbit : april 2013
Jumlah Halaman : 306
Jenis Cover : Soft Cover
Dimensi (PxL) : 20,5 x 13,5 cm
Text Bahasa : Indonesia

Tere Liye salah satu penulis berbakat di tabah air, banyak karya novel yang menjadi best seller termasuk karya novel Moga Bunda Disayang Allah. Beliau memberikan pesan kepada pembaca lewat buku ini yaitu ‘Setiap kejadian itu pasti ada jalan, tidak ada kata berputus asa karena janji Allah itu pasti.’

Tuan dan Nyonya HK adalah orang yang kaya dan sangat disegani di wilayah itu. Nyonya HK melahirkan seorang putri bernama Melati. Melati terlahir sebagai gadis yang cantik dan menggemaskan, namun melati juga memiliki gangguan fisik, ia terlahir buta, tuli dan bisu. Kedua orang tuanya terus memberikan perawatan namun dirasa sia-sia. Bahkan dokter ternama pun menyarankan agar Melati masuk Rumah Sakit Jiwa. Namun sang ibu bersikeras akan mendidiknya dirumah dan akan sembuh.

Do’a orang tua melati terkabulkan, Karang seorang pemuda akhirnya datang dan bersedia merawat dan mendidik Melati. Awalnya semua pihak menentang termasuk Karang sendiri tak mau. Karena dirasa latar belakan sang Karang yang seorang pemuda pemabuk. Namun perlahan Karang menikmatinya, bahkan ia sempat bersumpah takkan meninggalkan Melati sampai Melati  sembuh.

Setelah beberapa lama akhirnya kondisi melati membaik, ia sudah bisa mempelajari sesuatu hal dan mulai berbicara meskipun sedikit dan itu membuat orang tuanya bangga dan terharu. Sungguh karunia Allah. Dan suatu ketika Melati kecil pun berkata ada bunanya “Moga Bunda Disayang Allah”.

Tokoh dalam novel ini diceritakan muslim. Namun pada akhir cerita diceritakan bahwa keluarga Melati merayakan kegiatan tahunan pada tahun baru china. Cocok dibaca untuk kalangan Remaja dan sarat makna. Sebuah perjuangan yang ditunjukkan tentang hidup agar tak putusasa menghadapi cobaan.

Di novel karya Tere Liye ini menggunakan bahasa yang tidak baku.  Terlalu banyak menggunakan makna kiasan. Dan awal cerita yang bagi saya terkesan sedikit membosankan. Banyak alur yang berbelit-belit dan sedikit membingungkan. memang disini diceritakan semua tokoh muslim namun di akhir cerita penduduk melakukan perayaan kembang api pada tahun baru china, jadi sedikit tidak jelas dengan budayanya.

Tiap tokoh memiliki keistimewaan masing-masing dan sedikit bingung manakah tokoh utama disini? mungkin salah satu dari Melati, Bunda dan Karang, atau mungkin ketiganya. karena saya fikir mereka sangat berpengaruh disini, memiliki keisyimewaan masing-masing. sebuah novel yang mengingatkan agar kita selalu bersabar dan berdoa kepada allah atas semua kejadian. 

Kesimpulan : novel ini berisi banyak tentang nilai kehidupan , dan bagus dijadikan bahan bacaan masyarakat.